JAKARTA — Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan, DL Entertainment menghadirkan Film Akal Imitasi yang akan tayang serentak mulai 17 September 2026. Film ini mengangkat pertanyaan penting; sejauhmana teknologi dapat membantu proses belajar tanpa menggeser peran guru sebagai pendidikan dan pembentuk karakter.
Mengangkat tema yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, Akal Imitasi menawarkan perspektif baru tentang hubungan manusia dan teknologi, khususnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Film ini mengajak penonton melihat bahwa teknologi merupakan alat yang dapat membantu proses belajar, namun tidak pernah dapat menggantikan peran guru sebagai pendidik, pembimbing, sekaligus pembentuk karakter generasi bangsa.
Doni Setiawan, Direktur Film, Animasi, dan Video Kementerian Ekraf RI mengatakan bangga dan memuji Film Akal Imitasi. Ia juga mengungkapkan data jumlah penonton film Indonesia yang terus meningkat. Menurutnya, film Indonesia sudah menjadi raja di negeri sendiri. Ia mengungkapkan tahun 2025 ada 82,9 juta orang yang menonton film Indonesia di bioskop. “Termasuk hadirnya film Akal Imitasi ini memperkaya film nasional dan kami sangat support,” ujarnya.
Menurutnya, tema yang beragam dibutuhkan oleh masyarakat. Ada animasi, action, sampai genre science fiction. “Tema yang diangkat DL Entertainment lewat Akal Imitasi juga sesuatu yang baru dan menggambarkan sineas kita berani mengangkat isu sosial,” tambahnya.
Produser Film Akal Imitasi dari DL Entertainment, Liani Kawati, berharap film ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia dan menjadi ruang refleksi bersama tentang masa depan pendidikan. “Secanggih apa pun teknologi berkembang, peran guru dalam mendidik, membimbing, menanamkan nilai, dan membentuk karakter anak-anak tidak akan pernah tergantikan,” ujar Liani.
Hal yang sama disampaikan Zhaddam A. Nurdin, sutradara Film Akal Imitasi. Menurutnya, perkembangan AI seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran jika digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
DL Entertainment berharap rangkaian roadshow dan sosialisasi yang saat ini sementara berjalan di sejumlah kota di Indonesia dapat menjadi ruang dialog antara dunia pendidikan, orang tua, pelajar, pemerintah, dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan.
Sementara Associated Producer Bagus Hariyanto mengatakan, berbeda dengan film bertema kecerdasan buatan yang umumnya berfokus pada ancaman teknologi, Akal Imitasi menghadirkan sudut pandang yang lebih seimbang. “Film ini menunjukkan bahwa AI dapat menjadi mitra pembelajaran yang bermanfaat apabila digunakan secara etis. Sementara guru, orang tua, dan interaksi antarmanusia tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi masa depan,” ujarnya.
Sinopsis Film
Akal Imitasi berkisah tentang perubahan besar yang terjadi ketika teknologi kecerdasan buatan mulai masuk ke ruang-ruang kelas. Kehadiran AI menghadirkan berbagai kemudahan dalam proses belajar mengajar, namun juga memunculkan pertanyaan mendasar: apakah teknologi mampu menggantikan sosok guru?
Di tengah derasnya transformasi digital, para pendidik, siswa, dan orang tua dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tidak mudah. Film ini membawa penonton menyelami berbagai dinamika, konflik, dan refleksi tentang arti pendidikan yang sesungguhnya. Bukan sekadar soal kecerdasan akademik, tetapi juga tentang empati, keteladanan, kasih sayang, dan nilai-nilai kehidupan yang hanya dapat ditanamkan melalui hubungan antarmanusia.
Dengan pendekatan yang hangat dan dekat dengan realitas masyarakat, Akal Imitasi mengajak penonton memahami bahwa teknologi hanyalah alat. Sementara pendidikan sejati tetap membutuhkan sentuhan hati, kehadiran seorang guru, dan interaksi manusia yang tidak dapat direplikasi oleh mesin.
Film Akal Imitasi dibintangi Tika Bravani, Teuku Rifnu Wikana, Zaskia Alya Kyla, Arizqy Hardi Pratama, Rance Allen Wright, Kaysha Varisha Wahab. =
DL Entertainment sendiri merupakan rumah produksi yang berkomitmen menghadirkan film-film dengan nilai edukasi, budaya, dan kemanusiaan. Melalui Akal Imitasi, DL Entertainment menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi lahirnya ruang diskusi tentang masa depan pendidikan Indonesia di era kecerdasan buatan. Film-film DL Entertainment sebelumnya diantaranya Keluar Main, Pulang Tak Harus Rumah dan Cyberbullying. ***
Penulis: Nada
