BNPB: Karhutla Masih Terjadi di Sejumlah Daerah, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Tim gabungan melakukan pemadaman karhutla dengan cara gepyok serta membuat sekat bakar atau ilaran untuk mencegah api meluas di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (20/9). Sumber: BPBD Kabupaten Trenggalek
banner 468x60
Tim gabungan melakukan pemadaman karhutla dengan cara gepyok serta membuat sekat bakar atau ilaran untuk mencegah api meluas di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (20/9).
Sumber: BPBD Kabupaten Trenggalek

JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia di tengah kondisi musim kering. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat beberapa kejadian karhutla di Lampung, Jawa Timur, dan Jawa Tengah dalam periode laporan Senin (21/9) hingga Selasa (22/9) pukul 07.00 WIB.

Di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, karhutla terjadi di Desa Adi Mulyo, Kecamatan Panca Jaya, pada Minggu (20/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Kebakaran melanda lahan sekitar empat hektare.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan. Namun, pihak yang diduga melakukan pembakaran masih dalam penanganan dan verifikasi oleh pihak terkait. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mesuji bersama pemadam kebakaran dan masyarakat melakukan pemadaman dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam. Berdasarkan pemantauan hingga Senin (21/9), api telah berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dilaporkan kondusif.

Dalam penanganan bencana asap di wilayah tersebut, pemerintah provinsi juga telah memperpanjang status siaga darurat yang berlaku mulai 6 September 2026 hingga 1 September 2027.

Karhutla di Trenggalek

Karhutla juga terjadi di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Minggu (20/9) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kebakaran diketahui setelah warga melihat titik api yang kemudian menjalar dari area pemajakan menuju kawasan hutan milik Perum Perhutani. BPBD Kabupaten Trenggalek bersama TNI, Polri, TRC-PB multisektor dan masyarakat setempat langsung melakukan penanganan.

Pemadaman dilakukan secara manual menggunakan metode gepyok serta pembuatan sekat bakar atau ilaran untuk mencegah api meluas.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Kebakaran diperkirakan menghanguskan sekitar empat hektare lahan.

Hingga Senin (21/9), api telah berhasil dipadamkan. Petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.

Penanganan karhutla di Trenggalek dilakukan dalam status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Timur Tahun 2026. Status tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026 dan berlaku selama 133 hari, terhitung sejak 26 Mei hingga 6 Oktober 2026.

Banyumas, Lima Hektare Lahan Jati Terbakar

Di Jawa Tengah, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Banyumas pada Minggu (20/9). Kebakaran melanda lahan jati di Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang, dan Desa Windu Negara, Kecamatan Wangon.

Hingga laporan diterima BNPB, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Kebakaran berdampak pada lahan jati seluas sekitar lima hektare.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. BPBD Kabupaten Banyumas telah menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendataan dampak kebakaran.

Namun, berdasarkan perkembangan hingga Senin (21/9), api masih belum sepenuhnya dapat dipadamkan karena keterbatasan personel dan peralatan.

Kabupaten Banyumas saat ini berstatus Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla berdasarkan Keputusan Bupati Banyumas Nomor 530 Tahun 2026. Status tersebut berlaku sejak 3 Juli hingga 31 Oktober 2026.

Status serupa juga berlaku di tingkat Provinsi Jawa Tengah berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026. Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla tersebut berlaku sejak 1 Juni hingga 31 Desember 2026.

Cilacap, Karhutla Hanguskan 15 Hektare Lahan

Kejadian karhutla lainnya terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kebakaran melanda lahan sekitar 15 hektare di Desa Kunci, Kecamatan Sidareja, pada Minggu (20/9) sekitar pukul 15.00 WIB.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

BPBD Kabupaten Cilacap berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sidareja dan unsur terkait untuk melakukan pemadaman.

Penanganan melibatkan UPTD PKBD Sidareja dan relawan, Satpol PP Kecamatan Sidareja, Polsek Sidareja, Koramil 11 Sidareja, pemerintah desa serta masyarakat setempat.

Berdasarkan laporan perkembangan hingga Senin (21/9), api telah berhasil dipadamkan.

Kabupaten Cilacap saat ini berstatus Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla berdasarkan Keputusan Bupati Cilacap Nomor 300.2/415/39/Tahun 2026. Status tersebut berlaku sejak 14 Mei hingga 18 November 2026.

BNPB Imbau Masyarakat Waspadai Karhutla

BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring masih berlangsungnya musim kering dan munculnya kejadian karhutla di sejumlah daerah.

Pemantauan dan upaya pencegahan terus dilakukan BNPB bersama BPBD serta unsur terkait di wilayah terdampak untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,” ujar Berton SP Panjaitan, Ph.D.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami kondisi kering, diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembakaran lahan.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.***

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *