
MAKASSAR – Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa menghadiri gala premiere film Akal Imitasi di XXI Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Kamis (17/9/2026).
Kehadiran Melinda menjadi bentuk apresiasi terhadap karya sineas muda Makassar yang mengangkat isu pendidikan karakter dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan.
Melinda mengapresiasi keberanian anak-anak muda Makassar menghadirkan karya film dengan tema yang dekat dengan tantangan pendidikan saat ini.
Menurutnya, film tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan dan membangun kesadaran masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi karya anak-anak muda Makassar. Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan tentang pendidikan karakter yang sangat penting bagi generasi kita,” ujar Melinda.
Ia berharap semakin banyak karya kreatif dari Makassar dan Sulawesi Selatan yang mendapat ruang serta dukungan dari berbagai pihak.
Selain Melinda Aksa, gala premiere tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan Hj. Andi Mirna bersama rombongan.
Dalam sambutannya, Andi Mirna mengatakan industri ekonomi kreatif, termasuk perfilman, saat ini tumbuh sangat pesat.
Karena itu, menurutnya, perkembangan tersebut perlu diikuti dengan dukungan bersama terhadap para pelaku industri kreatif, khususnya sineas dari Sulawesi Selatan.
“Ekonomi kreatif saat ini tumbuh dengan sangat pesat, termasuk industri film. Karena itu, kita semua harus ikut mendukung karya-karya anak bangsa, khususnya karya-karya dari Sulawesi Selatan,” kata Andi Mirna.
Ia berharap kehadiran film Akal Imitasi dapat menjadi bagian dari pertumbuhan ekosistem perfilman dan ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan.
Gala Premiere Berlangsung Meriah
Gala premiere Akal Imitasi berlangsung meriah. Sejumlah pemain film turut hadir dan menyapa penonton, termasuk aktris nasional Tika Bravani yang memerankan karakter Bu Guru Lilis.
Film produksi DL Entertainment tersebut disutradarai Zhaddam A. Nurdin dan diproduseri Liani Kawati serta Suherman Suhari. Film berdurasi 98 menit itu bergenre drama dan fiksi ilmiah serta resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.
Akal Imitasi mengambil latar tahun 2029, ketika dunia pendidikan mengalami transformasi melalui penggunaan sistem pembelajaran berbasis kecerdasan buatan bernama PIKO.
Di SD Cendekia Bangsa, teknologi yang semestinya membantu proses belajar justru memunculkan kesenjangan. Neo, siswa yang memiliki akses PIKO Premium, dapat menikmati berbagai keunggulan teknologi, sementara Ika, siswi cerdas dari keluarga sederhana, harus menghadapi keterbatasan.
Dalam perjalanan cerita, Ika bertemu Rafi di sebuah tempat bernama BLOX HUB. Pertemuan tersebut mengubah cara pandang Ika terhadap belajar dan arti kecerdasan.
Persahabatan mereka kemudian menjadi ancaman ketika sebuah perusahaan teknologi memburu Rafi demi menutupi rahasia yang dapat memengaruhi masa depan pendidikan.
Film ini membawa pesan bahwa teknologi dapat membantu manusia dalam proses belajar, tetapi tidak dapat menggantikan hati, karakter, dan peran seorang guru.
Selain Tika Bravani sebagai Lilis, Akal Imitasi juga dibintangi Rance Allen Wright sebagai Rafi dan Zaskia Alya Kyla sebagai Ika.
Jajaran pemeran lainnya antara lain Abdul Rodjak Petta Puang sebagai Jaya, Ahmad Hafidz Makkarennu sebagai Daniel, Arizqy Hardi Pratama sebagai Neo, Arnaldeh sebagai Sapto, Buana Raofan Patri sebagai Beni, Cahya Arynagara sebagai Rendra, Diva Pancarani sebagai Dewi, Irwanto Danumulyo sebagai Idris, Kaysha Varisha Wahab sebagai Alya, Mohammad Rannan sebagai Reyhan, T. Rifnu Wikana sebagai Damar, serta Wahyu Mellong sebagai Kevin.
Film yang ditulis Chairul Rijal Juanda ini menghadirkan refleksi tentang masa depan pendidikan di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Melalui kisah Ika dan teman-temannya, Akal Imitasi mengajak penonton melihat kembali pentingnya proses belajar, karakter, empati dan hubungan manusia dalam pendidikan.
Gala premiere di Makassar menjadi salah satu momentum penting bagi DL Entertainment untuk memperkenalkan film tersebut kepada masyarakat sekaligus memperlihatkan karya sineas daerah yang mengangkat isu pendidikan dan teknologi dalam kemasan film layar lebar.***
Penulis: A. Rose
Editor: Acho PTB